Media Permainan Edukasi Puzzle dalam Pembelajaran PAI
Nama : Pradnya Kasih Nuraini
NIM : 21014495
Prodi : PAI 6-B
Matkul :Teori Edupreneurship & Praktek Edupreneurship (UTS)
Dosen Pengampu : Ana Dwi Wahyuni, S.Pd., M.Pd
Media Permainan Edukasi Puzzle dalam Pembelajaran PAI
Saat ini Indonesia telah berkembang dengan baik, terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu hal yang menonjol dalam perbedaan ini yaitu adanya kurikulum baru yang disebut dengan kurikulum merdeka. Bahkan isunya menteri pendidikan, bapak Nadiem Makarim menyatakan bahwa di tahun depan kurikulum merdeka akan ditetapkan sebagai kurikulum nasional.
Dikutip dari ditspd.kemdikbud.go.id (30 Apr 2024), “kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik...”
Dari kutipan website kementerian pendidikan dan budaya tersebut didapat informasi bahwa dalam penerapan kurikulum merdeka ini guru dapat memilih berbagai media atau perangkat ajar dalam pembelajaran, salah satu media pembelajaran yang ada dan dapat digunakan dalam pembelajaran di negara Indonesia yaitu media pembelajaran puzzle.
Puzzle adalah suatu media visual berupa gambar yang berbentuk potongan – potongan dengan tujuan untuk mengasah daya pikir, melatih kesabaran, dan membiasakan kemampuan berbagi pemain. Media puzzle juga dapat disebut permainan edukasi. Mengapa? karena puzzle tidak hanya untuk bermain akan tetapi media puzzle juga mengasah otak dan melatih antara kecepatan pikiran dan tangan. Sehingga, media puzzle diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Khomsoh dan Gregorius, 2013).
Banyak ahli yang menyatakan pendapatnya terkait medi apuzzle ini diantaranya Khomsoh dan Gregorius (2013), Pujiwidodo (2016) dan Elan dkk (2017).
“Melalui permainan ini, anak akan belajar menganalisis suatu masalah dengan mengenali petunjuk dari potongan gambar yang ada, misalnya 98 bentuk, warna, struktur, lalu memperkirakan letak posisinya yang tepat” (Pujiwidodo, 2016).
“Puzzle adalah permainan kontruksi melalui kegiatan memasang atau menjodohkan kotak-kotak, atau gambar bangun-bangun tertentu sehingga akhirnya membentuk sebuah pola tertentu” (Elan dkk., 2017).
Dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat didapatkan kesimpulan bahwasanya media puzzle yaitu alat peraga untuk menunjang dalam proses pembelajaran yang tidak membosankan sehingga siswa lebih termotivasi dan lebih aktif dalam pembelajaran.
Kalangan anak – anak bahkan dewasa sudah tidak asing lagi dengan puzzle, dikarenakan sifat puzzle yang mengusik rasa ingin tahu anak – anak sehingga puzzle termasuk media yang efektif dalam mengenalkan atau menguji pengetahuan anak melalui gambar.
Ada lima jenis puzzle yang terkenal di seluruh dunia ini, yaitu :
Logic puzzle
Logic puzzle adalah puzzle yang menggunakan logika berpikir. Contoh logic puzzle yaitu teka – teki silang, grid puzzle, tic toc, dan sudoku.
Jigsaw Puzzle
Jigsaw puzzle merupakan puzzle yang berbentuk kepingan gambar. Puzzle inilah yang banyak digemari kalangan anak – anak. Jigsaw puzzle biasanya berbahan dari kayu atau MDF. Contoh jigsaw puzzle ytiu tangtam, puzzle huruf angka, puzzle binatang, puzzle buah sayur, puzzle matematika.
Combination Puzzle
Combination puzzle yaitu puzzle yang dapat diselesaikan dengan beberapa kombinasi yang berbeda. Combination puzzle biasanya berbaha dari plastik atau kayu. Contoh combination puzzle adalah rubik cube dan chungky puzzle.
Mechanical Puzzle
Mechanical puzzle yakni puzzle yang kepingannya saling berhubungan dan dapat membentuk suatu formasi. Contoh puzzle mechanical puzzle adalah mainan lego dan tetris kubus.
Construction puzzle
Construction puzzle atau puzzle konstruksi adalah puzzle dengan kumpulan potongan – potongan yang terpisah, yang dapat digabungkan kembali sehingga menjadi beberapa model. Construction puzzle yang paling familiar di kalangan anak – anak adalah blok – blok kayu berwarna – warni. Construction puzzle cocok untuk anak yang suka bekerja dengan tangan, suka memecahkan puzzle dan suka berimajinasi. Contoh dari construction puzzle yaitu mainan city block dan mainan kayu rainbow block.
Tidak hanya dikarenakan bentuk dan bahannya yang beragam kemudian digemari oleh anak – anak, akan tetapi puzzle juga memiliki fungsi dan manfaat yang penting untuk anak – anak, diantaranya :
Melatih membaca, membantu mengenal bentuk dan langkah penting menuju pengembangan ketrampilan membaca.
Dengan puzzle secara tidak sadar anak akan menggunakan nalurinya dalam bermain dimana kepala, tangan, kaki dan lainnya sesuai logika sehingga dengan adanya puzzle naluri anak terlatih dan berkembang.
Dalam puzzle anak akan berusaha memecahkan teka – teki nya yang rumit, dalam penyelesaian ini dibutuhkan kesabaran, sehingga dengan puzzle kesabaran anak akan terltih dan secara tidak disadari anak perlahan dapat menyelesaikan tingkat masalahnya sendiri.
Warna dan bentuknya yang beragama dapat melatih dan mengembangkan wawasannya.
Melalui permainan puzzle maka anak dapat melatih ketangkasan jari, koordinasi mata dant angan, mengasah otak, mencocokan bentuk, melatih kesabaran, memecahkan masalah.
Mengasah otak, kecerdsan otak anak akan terlatih karena dalam bermain puzzle akan melatih sel-sel otak untuk memecahkan masalah.
Dalam menyelesaikan puzzle diperlukan koordinasi yang tepat antara tangan dan mata karena anak harus mencocokkan kepingan – kepingan puzzle dan menyusunnya satu gambar yang utuh.
Seorang ahli bernama Al – Azizy menyebutkan “Manfaat Puzzle yaitu dapat mengasah otak, melatih koordinasi mata serta tangan, dapat melatih logika, melatih kesabaran, dan pengetahuan.”
Selain fungsinya yang beragam puzzle juga mempunyai keunggulan dan kelemahan juga. Kelebihan dan kekurangan puzzle sebagai berikut :
Kelebihan :
Menumbuhkan sikap saling gotong royong.
Menumbuhkan semangat dan motivasi siswa dalam bealajar.
Melatih konsentrasi, ketelitian dan kesabaran.
Menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai antar siswa
Siswa dapat belajar menganalisa permasalahan dalam memecahkan solusi
Kelemahan :
Menyusun kepingan puzzle dengan menggunakan metode coba dan ralat
Adanya kesulitan dalam pengelolaan kelas
Kelas menjadi kurang terkendali
Menuntut kreatifitas pengajar /guru.
Lucia (2010, h. 48) mengemukakan tips membuat media pembelajaran menggunakan puzzle untuk para pengajar, sebagai berikut:
Carilah gambar-gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran, misalnya peta pulau jawa, organ tubuh, gambar candi borobudur, pahlawan dan lain-lain. Selanjutnya, buatlah Puzzle dari gambar- gambar tersebut,
Masukkan potongan-potongan gambar tersebut ke dalam amplop,
Bagikan amplop tersebut pada masing-masing kelompok,
Berikan waktu untuk mereka merangkai gambar tesebut,
Pemenangnya adalah kelompok yang berhasil membentuk gambar utuh atau kelompok yang paling banyak menyusun potongan-potongan gambar tesebut,
Diskusikan gambar tersebut,
Rayakan proses belajar-mengajar ini dengan bersama-sama meneriakkan ‘‘kami kelas yang unggul’’.
Pembelajaran menggunakan media puzzle ini sudah diterapkan di beberapa sekolahan, seperti :
Implementasi media puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran pendidikan agama islam di smpn 2 malang
Penggunaan media pembelajaran puzzle untuk bidang alqur’an pada mata pelajaran pendidikan agama islam kelas ix smp negeri 1 ngaglik sleman
Penggunaan media pembelajaran puzzle dalam meningkatkan hasil belajar tematik siswa kelas v sdn 72 lamurukung kecamatan tellu siattinge kabupaten bone
Daftar pustaka
https://www.sebutik.com/2013/01/5-jenis-puzzle-terkenal-di-dunia.html diakses pada 30 April 2024 pukul 10.41 WIB.
https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka diakses pada 30 April 2024 pukul 11.20 WIB.
Sabaryati, Eni Estuti.2018.PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE UNTUK BIDANG ALQUR’AN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IX SMP NEGERI 1 NGAGLIK SLEMAN:Yogyakarta
Malichah, Indri Shofi.2023. IMPLEMENTASI MEDIA PUZZLE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 MALANG. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG:Jawa Timur
Hasrani, PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS V SDN 72 LAMURUKUNG KECAMATAN TELLU SIATTINGE KABUPATEN BONE. Universitas Negeri Makassar:Makassar
Komentar