PRINSIP - PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
PRINSIP – PRINSIP PENGEMBANGAN
KURIKULUM
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas UTS mata kuliah pengembangan kurikulum
Dosen
pengampu : Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd.I

Disusun
oleh :
Pradnya
Kasih Nuraini 21014495
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM YOGYKARTA
FAKULTAS
TARBIYAH
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAM ISLAM
TAHUN
2022/2023
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah,
puji syukur kami aturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah dan
rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah “PRINSIP – PRINSIP PENGEMBANGAN
KURIKULUM” ini
tepat waktu.
Tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu untuk
memenuhi tugas UTS ibu Diyah Mintasih,
S.Pd.I., M.Pd.I mata kuliah pengembangan kurikulum selain itu makalah ini juga
bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca dan penulis
mengenai prinsip pengembangan kurikulum. Selain itu juga untuk menjadi acuan
dalam pembelajaran mahasiswa di perpustakaan.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada ibu Diyah
Mintasih, S.Pd.I., M.Pd.I selaku dosen mata kuliah pengembangan kurikulum yang
telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah wawasan juga pengetahuan
sesuai dengan bidang studi yang penulis tekuni. Penulis juga mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelesaian
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
dapat membangun dari para pembaca.
Wassalamualaikum
Warahamatullahi Wabarakatuh
DAFTAR ISI
A. Pengertian dari Prinsip Pengembangan Kurikulum
B. Macam – Macam Sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum
C. Tipe – Tipe Pengembangan Kurikulum
D. Macam – Macam Prinsip Pengembangan Kurikulum
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKAN
Kurikulum
adalah hal terpenting dalam pendidikan. Kurikulum merupakan suatu rencana dan
pengaturang yang berisikan tujuan, isi dan bahan pelajaran juga cara – cara
yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dalam
mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Sedangkan,
pengembangan kurikulum yaitu sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan
suatu alat yang lenih baik dengan berdasarkan pada hasil suatu penilaian
kurikulum yang sudah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi kegiatan belajar
mengajar yang baik. Dalam kata lain pengembangan kurikulum merupakan kegiatan
untuk menghasilkan kurikulum yang baru dengan penyusunan kurikulum berdasarkan
hasil penilaian yang dilakukan selama periode terntentu.
Dalam pengembangan
kurikulum, tidak hanya melibatkan orang dan waktu. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pengembangan kurikulum salah satunya yaitu prinsip
pengembangan kurikulum. Prinsip pengembangan kurikulum merupakan hal yang harus
diperhatikan dalam pengembangan kurikulum sehingga perlu dikaji lebih dalam
kembali.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa pengertian
dari prinsip pengembangan kurikulum?
2.
Apa saja macam-
macam sumber prinsip pengembangan kurikulum?
3.
Apa saja tipe –
tipe pengembangan kurikulum?
4.
Apa saja macam –
macam prinsip pengembangan kurikulum ?
C.
TUJUAN
1.
Untuk mengetahui
pengertian dari prinsip pengembangan kurikulum.
2.
Untuk mengetahui
macam – macam sumber prinsip pengembangan kurikulum.
3.
Untuk mengetahui
tipe – tipe pengembangan kurikulum.
4.
Untuk mengetahui
macam – macam prinsip pengembangan kurikulum.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian dari Prinsip Pengembangan Kurikulum
Secara bahasa, prinsip
memiliki arti asas, dasar, keyakinan dan pendirian dalam artian ini menganut
makna tersirat bahwasanya kata prinsip menunjuk pada hal yang sangat penting,
mendasar, harus diperhatikan juga memiliki sifat mengatur dan mengarahkan,
serta sesuatu yang biasanya selalu ada atau terjadi dalam situasi dan kondisi
yang serupa. Makna prinsip ini memberikan arah bahwa prinsip memiliki fungsi
yang penting dalam hubungan keberadaan sesuatu. Melalui pemahaman suatu
prinsip, orang dapat menjadikan sesuatu lebih efektif dan efisien. Prinsip
mencerminkan hakikat yang terkandung dalam sesuatu hal, baik dalam dimensi
prosesnya maupun dimensi hasil, dan bersifat memberikan rambu – rambu atau
peraturan maun yang harus diikuti guna mencapai tujuan dengan benar.
Kata pengembangan biasa
diartikan dengan perubahan, pembaharuan, perluasan dan sebagainya. Secara
lazim, pengembangan mengisyaratkan pada suatu kegiatan yang menghasilkan cara
baru setelah diadakannya penilaian juga penyempurnaan seperlunya. Maka dari itu
pengembangan adalah penyusunan, pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan.
Omar Hanalik
mendefinisikan pengembagan sebagai perencanaan kesempatan – kesempatan belajar yang
diartikan untuk membawa siswa menuju arah perubahan – perubahan yang diinginkan
dan menilai sampai dimana perubahan – perubahan yang sudah terjadi dalam diri
siswa.[1]
Dakir menjelaskan
bahwasanya pengembangan kurikulum adalah proses mengarahkan kurikulum sekarang
menuju tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang
bersifat positif yang datang dari luar atau dalam dengan menaruh harapan supaya
peserta didik mampu menghadapi masa depannya secara baik.[2]
Istilah pengembangan
kurikulum menganut artian dimensi yang luas. Berdasarkan kalimat diatas
pengembangan kurikulum merupakan istilah yang komperehesif. Prinsip – prinsip
yang digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasaenya adalah
aturan atau undang – undang yang menginspirasi kurikulum.[3]
Berdasarkan beberapa
pernjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa prinsip pengembangan kurikulum
merupakan segala hal mendasar yang bisa dijadikan pedoman dalam menentukan
berbagai tindakan terkait pengembangan kurikulum.
Kurikulum mengarah pada segala hal
bentuk aktifitas pendidikan demi tercapai tujuan – tujuan pendidikan,
memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup dan uraian isi serta
proses dalam pendidikan. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dapat berubah dan berkembang menyesuaikan
zaman sehingga dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, peserta
didik maupun lembaga pendidikan tersebut. Proses modifikasi dan berubah inilah
yang dinamakan proses pengembangan.
B.
Macam – Macam Sumber Prinsip
Pengembangan Kurikulum
Olive 1992:28 dalam
(Komaruddin dan Kurniawan 2011 : 65) menyatakan bahwa ada empat macam sumber
prinsip pengembangan kurikulum, yaitu :
1. Data
Empiris (Empirical data), yakni menunjuk pada suatu pengalaman yang terdokumentasi
dan terbukti secara kadar efektif.
2. Data
eksperimen (Eksperimen data), yakni menunjuk pada temuan – temuan hasil
penelitian yang dipandang valid dan relieble, sehingga tingkat kebenaran lebih
meyakinkan untuk dijadikan prinsip pengembangan kurikulum. Namun pada fakta
kehidupan, data hasil penelitian sifatnya sangat terbatas.
3. Cerita/Legenda
yang hidup di masyarakat (folklore of curriculum), yakni yang menunjuk pada
adat yang telah menjadi kebiasaan di masyarakat dan hidup di lingkup masyarakat
tersebut.
4. Akal
sehat (Common Sense), yakni menunjuk pada data yang diperoleh dari hasil
penelitian dan data ini dapat digunakan setelah melewati proses pertimbangan
dan penelitian dengan cara akal sehat terlebih dahulu.
C.
Tipe – Tipe Pengembangan Kurikulum
Tipe – tipe prinsip
pengembangan kurikulum yaitu tingkat validitas dan rehabilitas yang dipakai.
Prinsip – prinsip pengembangan kurikulum dapat diklasifikasikan menjadi tiga
tipe, yaitu:
1. Anggapan
Kebenaran Utuh atau Menyeluruh (Whole Truth)
Anggapan ini memiliki
arti fakta, konsep, dan prinsip yang didapatkan sseerta sudah diuji pada
penelitian ketat dan berulang sehingga mampu dibuat generalis dan mampu
diberlakukan di tempat yang berbeda. Tipe ini tidak akan mendapat tantangan
atau kritik dikarenaka sudah diyakini dengan orang – orang yang terlibat pada
pengembangan kurikulum
2. Anggapan
keberanian persial (Partial Truth)
Anggapan ini memiliki
makna yaitu suatu fakta, konsep dan prinsip yang telah terbukti efektif pada
banyak permasalahan, tetapi belum dapat digeneralisasikan. Dikarenakan anggapan
tersebut dianggap baik dan bermanfaat, maka tipe ini dapat dipakai. Akan tetapi
dalam pemakaiannya masih mengundang pro dan kontra.
3. Anggapan
kebenaran yang masih memerlukan pembuktian (Hypothesis)
Anggapan ini memiliki
artian yaitu asumsi kerja atau prinsip yang bersifat tentatif (belum pasti /
masih bisa diubah). Prinsip ini mucul akibat dari hasil deliberasi, judgement,
dan pemikiran akal sehat.
Pada
dasarnya ketiga tipe prinsip pengembangan kurikulum ini dapat dipakai. Tipe
prinsip yang mendapat penekanan dan penggunaanya, sangat bergantung pada
prespektif para pengembang kurikulum mengenai kurikulum itu sendiri. Biasanya
semua tipe prinsip ini digunakan semuanya pada saat praktik pengembangan
kurikulum.
Olive
menggunakan istilah axioms 4 untuk mengilustrasikan berbegai macam
karakteristik prinsip tersebut. Merujuk pada kamus Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary, kata axioma mempunyai
pengertian yang meliputi sifat-sifat dari tiga prinsip diatas. Istilah axioma
ini masing mungkin diganti dengan kata teorema (theorems). Axioma dan teorema merupakan dua hal berbeda namun
senada. Keduanya mampu memberikan pedoman sebagai kerangka dan rujukan dalam
melakukan suatu aktifitas dan pemecahan masalah, termasuk didalamnya aktifitas
pengembangan kurikulum.
D. Macam
– Macam Prinsip Pengembangan Kurikulum
Berdasarkan yang dikutip Syafaruddin dan
Amiruddin Hamalik menyebutkan bahwa ada delapan prinsip dalam pengembangan
kurikulum. Prinsip – prinsip tersebut antara lain ; prinsip berorientasi pada
tujuan, relevansi, efisiensi, fleksibilitas kontinuitas, keseimbangan,
keterpaduan, dan mutu.[4]
Delapan prinsip tersebut apabila dijabarkan sebagai berikut :
1.
Berorientasi pada tujuan, maksudnya
pengembangan kurikulum diatah untuk memperoleh tujuan tertentu, yang bertitik
tolak dari pendidikan nasional.
2. Relevansi
(kesesuaian), yaitu pengembangan kurikilum yang meliputi tujuan, isi, dan
sistem penyampaiannya harus relevan (sesuai) dengan kebutuhan serta keadaan
masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan
3. Efisiensi
dan efektivitas, yaitu pengembangan kurikulum harus memikirkan pertimbangan segi
efesiensi dalam penyalahgunaan daya, waktu tenaga serta sumber – sumber yang
tersedia agar dapat mencapai hasil yang optimal.
4. Fleksibilitas
(keluwesan), yaitu kurikulum haruslah luwes, mudah disesuaikan, diubah, dilengkapi
atau dikurangi dengan dasar tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan
setempat, jadi tidak kaku dan statis.
5. Berkesinambungan
(kontiunitas), yaitu kurikulum disusun secara berkesinambungan yang bagian –
bagian, aspek – aspek, materi bahan kajian disusun secara berurutan, tidak
terlepas – lepas, melainkan memiliki hubungan fungsional satu sama lain yang
bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan struktur dalam satuan pendidikan,
tingkat perkembangan peserta didik.
6. Keseimbangan,
yaitu penyesununan kurikulum harus memerhatikan keseimbangan dengan
proporsional dan fungsional antara berbagai program dan sub-program, antara
semua mata pelajaran dan antara aspek – aspek yang akan dikembangkan.
7. Keterpaduan,
yaitu kurikulum dirancang dan dilaksanakan dengan berdasarkan pada primsip
keterpaduan.
8. Mutu,
yaitu pengembangan kurikulum berorientasi pada hal pendidikan mutu dan mutu
pendidikan.
Sedangkan
Nana Syaodih Sukmadinata (2009 : 150-155) menyatakan bahwa prinsip – prinsip
pengembangan kurikulum dibagi ke dalam dua kelompok yaitu prinsip umum dan
prinsip khusus.
a. Prinsip
umum
Prinsip umum adalah
sebuah prinsip yang diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum sebagai
totalitas dari gabungan komponen – komponen yang membangunnya. Prinsip umum dibedakan
sebagai berikut :
1) Relevansi
Ada dua versi relevansi
yang hatus dimiliki kurikulum, yaitu relevansi keluar dan relevansi dalam
kurikulum tersebut. Relevansi keluar yaitu tujuan, isi dan proses belajar yang
tercakup pada kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan
masyarakat. Sedangkan relevansi dalam yaitu adanya kesesuaian antara komponen –
komponen kurikulum. Relvansi ini menunjukan suatu keterpaduan kurikulum.
2) Fleksibilitas
Kurikulum sebaiknya
memiliki sifat flesibel. Kurikulum yang baik adalah kurikulunm yang berisi
segala hal yang solid, tetapi dalam pelaksanakannya memungkinkan terjadinya
penyesuaian – penyesuaian yang berdasarkan kondisi daerah, waktu maupun
kemampuan serta latar belakang peserta didik.
3) Kontinuitas
Dalam perkembangan dan
proses belajar peserta didik hendaknya dilaksanakan secara berkersinambungan.
Terkait dengan kebersambungan tersebut hendaknya memperhatikan juga sehingga
ada keberlanjutan antara satu tingkat kelas dengan kelasnya, antara satu
jenjang pendidikab dengan jenjang lainnya, juga antara jenjang pendidikan
dengan pekerjaan.
4) Praktis
Kurikulum harus
praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat – alat sederhana dan biayanya
murah. Dalam lingkup ini, kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dengan
keterbatasan – keterbatasan, baik keterbatasan waktu, biaya, alat, maupun
personalia. Hal ini dikarenakan dasar waktu, tenaha dan biaya tersebut
diperguakan untuk menyelesaikan program pengajaran yang merealisasikan hasil
yang optimal.
5) Efektivitas
Efektivitas berkenaan
dengan keberhasilan pelaksanakan kurikulum baik kuatitas maupun kualitas.
Kurikulum merupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan dari kebijakan –
kebijakan pemerintah. Dalam pengembangannya juga harsu memperhatikan kaitan
antara aspek utama kurikulum yaitu tujuan, isi, pengalaman belajar, serta
penilaian dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Dengan demikian,
walaupun kurikulum murah dan sederhana tetapi keberhasilannya tetap hatus
diperhatikan.
b. Prinsip
khusus
Prinsip khusus adalah
prinsip yang berkenaan dengan mengembangkan komponen tujuan pendidikan, isi
kurikulum, pemilihan proses beajar mengajar, pemilihan media dan alat
pelajaran, serta komponen kurikulum yang lainnya. Adapun pembagian prinsip
khusus demikian ini :
1) Prinsip
yang berkenaan dengan tujuan pendidikan.
Tujuan pendidikan
merupakan pusat dan arah semua kagiatan pendidikan sehingga dalam perumusan
komponen pendidikan harus selalu mengajupada tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada ketentuan dan kebijakam
pemerintah, survey mengenai persepsi orang tua dan masyarakat mengenai
kebutuhan mereka, survey mengenai pandangan para ahli dalam bidang – bidang
tertentu, survey tentang manpower,
pengalaman – pengalaman negara lain dalam masalah yang sama dan penelitian.
2) Prinsip
yang berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan.
Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam perencanaan yakni perlunya penjelasan tujuan
pendidikan dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana, isi
bahan pelajaran harus mencakup segi pengetahuan, sikap dan keterampilan serta
unit – unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis.
3) Prinsip
yang berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar.
Dalam pemilihan proses
belajar mengajar alangkah baiknya mempertimbangkan bebera hal yakni apakah
metode yang digunakan cocok, apakah metode tersebut dapat memberikan kegiatan
yang bervariasi untuk melayani perbedaan individual siswa, apakah metode
tersebut mampu untuk memberikan urutas kegiatan yang bertingkat – tingkat dapat
mencapai tujuan kognitif, afektif dan psikomotor, dapat lebih meng-aktifkan
peserta didik, mampu mendorong berkembangnya kemampuan baru, mampu menimbulkan
jalinan kegiatan belajar di sekolah dan rumah sekaligus mendorong penggunaan
sumber belajar di rumah dan di masyarakat, serta perlunya kegiatan yang lebih
menekan pada learning by doing bukan
sekedar learning by seeing and knowing.
4) Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran.
Dalam
proses belajar mengajar perlu didukung untuk media dan alat bantu pengajaran
yang tepat. Maka dari itu, perlu diperhatikannya alat atau median yang
dibutuhkan, alternatif alat atau mediannya, cara pembuatannya, orang yang
membuat, biaya dan waktu pembuatan serta pengorganisasiannya dalam keseluruhan
kegiatan beajar juga adanya pemahaman terkait hasil terbaik diperoleh dengan
menggunakan multi media.
5) Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian.
Ada beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam pemilihan kegiatan penilaian mencakup kegiatan
penyusunan alat penilaian harus megikuti beberapa prosedur dari perumusan
tujuan umum, menguraikan dalam bentuk perilaku peserta didik yang diamati,
mengubungkan dengan bahan pelajaran dan menuliskan butir – butir tes.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Prinsip pengembangan kurikulum
adalah dasar dalam dijadikan pedoman proses pengembangan kurikulum. Olive
1992:28 dalam (Komaruddin dan Kurniawan 2011 : 65) menyatakan ada empat sumber
prinsip pengembangan kurikulum yakni :
1.
Data empiris
2.
Data eksperimen
3.
Cerita/Legenda yang hidup di masyarakat
(folklore of curriculum)
4.
Akal sehat (Common Sense)
Prinsip
pengembangan kurikulum menggunakan prinsip tingkat validitas dan rehabilita.
Adapun pengklasifikasian tipe tersebut seperti dibawah ini:
1.
Anggapan Kebenaran Utuh atau Menyeluruh
(Whole Truth)
2. Anggapan
keberanian persial (Partial Truth
3.
Anggapan kebenaran yang masih memerlukan
pembuktian (Hypothesis)
Ada
dua ahli yang mencetuskan macam – macam prinsip pengembangan kurikulum, mereka
adalah Humalik dan Nana Syaodih Sukmadinata.
Humalik
menyatakan bahwa penguraian macam prinsip pengembangan kurikulum yaitu :
1. Berorientasi
pada tujuan,
2. Relevansi
(kesesuaian),
3. Efisiensi
dan efektivitas
4. Fleksibilitas
(keluwesan),
5. Berkesinambungan
(kontiunitas),
6. Keseimbangan.
7.
Keterpaduan, dan
8. Mutu.
Sedangkan
Nana Syaodih Sukmadinata menyatakan bahwa ada dua prinsip pengembangan umum,
yaitu prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum adalah sebuah prinsip yang
diperhatikan untuk dimiilliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari gabungan
komponen – komponen yang membangunnya. Sedangkan prinsip khusus adalah prinsip
yang berkenaan dengan mengembangkan komponen tujuan pendidikan, isi kurikulum,
pemilihan proses beajar mengajar, pemilihan media dan alat pelajaran, serta
komponen kurikulum yang lainnya.
Apabila
diuraikan prinsip umum terdiri dari Relevansi, fleksibilitas, kontinuitas,
praktis dan efektivitas. Sedangkan prinsip khusus terdiri dari pinsip yang berkenaan
dengan tujuan pendidikan, prinsip yang berkenaan dengan pemilihan isi
pendidikan, prinsip yang berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar,
prinsip yang berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran dan prinsip
yng berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian.
DAFTAR PUSTAKA
Adesti, A. (2012). PRINSIP PENGEMBANGAN
KURIKULUM. UNSRI.
Bradley Setyadi, R. A. (t.thn.). PRINSIP -
PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM. Universitas Jambi.
Dr. Baderiah, M. A. (2018). Buku Ajar
Pengembangan Kurikulum. Palopo: Lembaga Penerbit Kampus IAIN Palopo.
Fadhila, A., & Anderson, W. N. (2022). PRINSIP
DAN MODEL - MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM. UNIVERSITAS MATARAM.
Hamani, A. R. (2020). PRINSIP - PRINSIP DALAM
PENGEMBANGAN KURIKULUM. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: PALAPA.
Hasibuan, R. (2023). Prinsip Pengembangan
Kurikulum. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Hazizi, L. U. (2021). KURIKULUM PENDIDIKAN
TEKNOLOGI KEJURUAN "Prinsip Pengembangan Kurikulum".
UNIVERSITAS NEGERI PADANG.
Prof. Dr. Syafaruddin, M. &. (2017). MANAJEMEN
KURIKULUM. Medan: Perdana Publishing Kelompok Penerbit Perdana Mulya
Sarana.
Suswaningsih. (2017-2018). PRINSIP DAN FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN KURIKULUM. PAITON PROBOLINGGO: UNIVERSITAS
NURUL JADID.
Taufik, A. (2019). PENGEMBANGAN KURIKULUM
PENDIDIKAN ISLAM. Lubuklinggau Sumatra Utara.
[1] Hasan Baharun,dkk, Pengembangan
Kurikulum Teori dan Praktek,( Yogyakarta :
Pustaka
Nurja, 2017) hal 103
[2] Dakir, Perencanaan
Dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Bumi Aksara, 2010) hal 9
[3] Mustofa Kamal, Model
Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis
SosiologiKritis,
Kreativitas Dan Mentalitas, Madaniyah 4, no. 2 (2014) hal 31
[4] Syafaruddin and Amiruddin, Manajemen
Kurikulum, 135–36
Komentar