ESSAY : AL - QUR'AN SEBAGAI PENDAMAI JIWA
Al – Qur’an Sebagai Pendamai Jiwa
Al
– qur’an merupakan pedoman hidup para umat. Segala hal yang terjadi di dunia
bersumber pada al – qur’an. Al – qur’an sendiri memliki berbagai nama salah
satunya yaitu asy – syifa yang
berarti obat. Al – qur’an merupakan obat dari segala penyakit terutama penyakit
hati ata jiwa.
Al
- qur’an terbukti ampuh mengobati penyakit jiwa, diantara banyaknya kasus dalam
hal ini yaitu kasus orang gila dan kasus bunuh diri. Gila merupakan penyakit
yang dikarenakan jauhnya rasa iman dari hati dn kosongnya hati tanpa siraman
qolbu. Sedangkan bunuh diri ada dikarenakan besarnya rasa putus asa pada suatu
manusia yang kemudian diakhiri dengan cara buruk hal ini dikarenakan kurangnya
pula rasa bersyukur.
Dari
kasus diatas apabila seorang yang gila mengingat Allah maka kemungkinan akan
sembuh dari penyakitnya bahkan tidak akan terjadi gila. Al – qur’an telah
menjelaskan pada surat Ar – rad ayat 28
الَّذِينَ آمَنُوا
وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ
الْقُلُوب
Artinya :
"(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram."
Selain gila, ada pula kasus yang
dapat di sembuhkan dengan Al – qur’an yaitu bunuh diri. Bunuh diri merupakan
bentuk ketidak bersyukuran manusia, hal ini sangatlah melenceng dalam agama. Al
– qur’an menerangkan bahwa dengan rasa bersyukur Allah akan menambahkan nikmat.
Hal ini tercantum pada surat Ibrahim ayat 7 :
وَاِذْ تَاَذَّنَ
رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ
عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya :
“Dan (ingatlah juga),
tatkala Rabbmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'.”
Dalam pondok pesantren juga telah diajarkan untuk senantiasa
mengingat Al – Qur’an sebagai obat. Hal ini dapat kita lihat apabila saat
mereka kehabisan uang untuk menyambung hidup, para santri dilatih untuk selalu
sabar berdo’a dan terbukti selalu ada reseki supaya mereka dapat menyambung
hidup sendiri – sendiri.
Dengan demikian sudah jelas bahwa Al
– Qur’an adalah penyembuh jiwa pendamai hati. Di dalam jiwa yang damai terdapat
jiwa yang kuat. Al – Qur’an bersifat kekal dan mudah dipelajari sehingga tidak
lagi rintangan supaya jiwa tetap damai dan hidup senantiasa berbahagia.
Komentar